Prabowo Berseloroh dari HIPMI: Kalau Dipanggil Tuhan, Saya Tetap Monitor Kalian

Jakarta, KejarFakta.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melontarkan pernyataan bernada humor saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (11/6).

Di hadapan ratusan pengusaha muda, Prabowo mengaku akan tetap mengawasi perjalanan bangsa bahkan ketika suatu saat dirinya telah dipanggil oleh Tuhan.

Read More

Pernyataan itu disampaikan saat Prabowo berbicara mengenai optimisme masa depan Indonesia menuju tahun 2045, bertepatan dengan satu abad kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut dia, apabila seluruh elemen bangsa mampu bekerja dengan cerdas dan disiplin, Indonesia berpeluang besar menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia.

“Kalau kita pandai dan kita cerdas, 2045 kita ekonomi keempat terbesar di dunia, saudara-saudara. Yang muncul nanti nomor satu Tiongkok, nomor dua Amerika Serikat, nomor tiga India, nomor empat Republik Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia mengatakan para pengusaha muda yang saat ini aktif membangun usaha dan organisasi akan menjadi generasi yang berada pada puncak kariernya saat Indonesia memasuki tahun 2045.

Karena itu, mereka memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan arah pembangunan nasional.

Dalam suasana yang cair, Prabowo kemudian menyinggung dirinya yang mungkin tidak lagi berada dalam pemerintahan ketika Indonesia mencapai target tersebut.

Namun, ia berseloroh bahwa dirinya akan tetap memantau perjalanan bangsa.

“Saya nanti di Hambalang monitor kalian di bawah. Kalau belum dipanggil Yang Maha Kuasa. Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa aku lihat tetap saya monitor kalian. Kalau kalian kurang ajar malam-malam aku turun nyari kau,” kata Prabowo yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan para peserta Munas HIPMI.

Tidak berhenti sampai di situ, Prabowo kembali melanjutkan candaannya dengan nada tegas.

Ia mengingatkan generasi muda, khususnya para pengusaha, agar tidak mengkhianati kepentingan bangsa dan negara.

“Jangan main-main kau. Kau melanggar, berkhianat kepada Merah Putih, aku turun, aku cari kau ini,” ujarnya yang kembali memancing gelak tawa hadirin.

Di balik candaan tersebut, Prabowo menyampaikan pesan serius mengenai pentingnya integritas dalam dunia usaha. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi saat ini membuat berbagai bentuk pelanggaran semakin mudah terdeteksi.

Menurut dia, kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengubah cara pemerintah maupun aparat melakukan pengawasan terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan bisnis.

“Sekarang jangan coba-coba melanggar hukum, saudara akan kalah. Kenapa? Sekarang ada teknologi, sekarang ada AI, ada kecerdasan. Sekarang semua dokumen setebal ini bisa dibaca dalam lima menit. Kontrak setebal ini lima menit,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan dunia usaha yang bersih. Dengan demikian, seluruh potensi ekonomi nasional dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

“Jadi saudara-saudara, mari kita raih masa depan yang baik, kita kuasai, kita kendalikan semua untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat kita,” tutur Prabowo.

Pernyataan Presiden tersebut menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam pembukaan Munas HIPMI XVIII.

Selain menyampaikan visi besar Indonesia Emas 2045, Prabowo juga berupaya membangkitkan optimisme kalangan pengusaha muda agar berani mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional, namun tetap menjunjung tinggi etika, hukum, dan kepentingan bangsa.

Related posts